Kisah Jack Ma Sang Pendiri Alibaba Group
Pada tahun 1980-an, China baru membuka diri terhadap bangsa barat. Semasa hidupnya, dia pun harus berhadapan dengan berbagai masalah. Seperti Ma harus pasrah ditolak di setiap sekolah, tempat dia ingin belajar. Bahkan sejak sekolah dasar, dia sudah menerima penolakan karena ujian matematikanya yang tak begitu baik. Tapi Ma bertahan dan melaluinya.
Sejak usia
12 Jack Ma sudah tertarik dengan bahasa Inggris. Hingga usianya menginjak 20
tahun, dia mengendarai sepedanya selama 40 menit ke hotel di mana dia dapat
belajar bahasa Inggris dan menjadi tour guide bagi turis asing. Delapan tahun
bergaul bersama banyak turis asing benar-benar mengubah cara pandangnya
mengenai hidup. Ma merasa dirinya berpikir lebih terbuka dibandingkan
kebanyakan penduduk China lain. Apa yang diceritakan para turis sangat berbeda
dengan apa yang dipelajari Ma dari para guru dan buku di sekolah.
Selanjutnya dia mendaftar ke Universitas Keguruan Hangzhou.
Di sana ia belajar menjadi guru sekolah menengah. Lulus dari Universitas dengan
gelar Sarjana bahasa Inggris, dia ditugaskan mengajar di universitas. Ketika
itu gaji Ma sebulan hanya sebesar 100-120 renminbi, setara dengan
Rp114.000-Rp142.500 per bulan.
Pada tahun 1992, saat perekonomian China mulai bertumbuh,
dia mencoba melamar di berbagai pekerjaan, akhirnya ia menjadi sekretaris
general manager gerai penjual ayam goreng Kentucky Fried Chicken. Disinilah ia
bekenalan dengan komputer dan internet.
Ketika dia
mencari kata "beer" di mesin pencari Yahoo, dia menemukan kenyataan
bahwa tidak ada data tentang China. Akhirnya dia tertarik pada komputer dan
meminjam uang 2.000 dollar AS dari kerabatnya untuk mendirikan perusahaan
komputer. Padahal dia tidak mengerti tentang komputer ataupun surat elektronik,
bahkan dia tidak pernah menyentuh keyboard komputer sebelumnya.
Setelah
mengenal internet inilah, dia memutuskan untuk memfasilitasi para pedagangan
Tiongkok menjual barang ke luar negeri melalui dunia maya, hingga ia mendirikan
Alibaba.
Hanya dalam
beberapa jam saja, dia menerima banyak surat elektronik (email) yang cukup
membantunya membangun situs tersebut.
Situs
pertamanya, Alibaba.com, merupakan tempat pertama yang menghubungkan para
eksportir China dengan para pembeli di luar negeri. Perusahaannya juga mampu
dengan cepat menarik para investor.
Tanpa
berbekal pengetahuan di bidang teknologi dan komputerisasi, Jack Ma ternyata
mampu menjadi pendiri retailer online terbesar di China hingga jadilah Alibaba
Group. Berkat bisnisnya itu, mantan guru bahasa Inggris ini sukses menjadi
salah satu miliarder terkaya di dunia.
Banyak
pengusaha yang menjulukinya sebagai 'Crazy Jack' karena ide-ide bisnis super
gila dan fantastis yang dilontarkannya.
“Ketika
kamu miskin, belum sukses, semua kata-kata bijakmu terdengar seperti kentut.
Tapi ketika kamu kaya dan sukses, kentutmu terdengar sangat bijak dan
menginspirasi.” Jack Ma
0 Response to "Kisah Jack Ma Sang Pendiri Alibaba Group "
Posting Komentar